Nomor Katalog | : | 1105005.5272 |
Nomor Publikasi | : | 52720.25001 |
ISSN/ISBN | : | - |
Frekuensi Terbit | : | Tahunan |
Tanggal Rilis | : | 7 Januari 2025 |
Bahasa | : | Indonesia dan Inggris |
Ukuran File | : | 18.31 MB |
Abstraksi
Badan Pusat
Statistik telah melaksanakan pendataan Potensi Desa (Podes) 2024 pada bulan Mei
2024 secara sensus terhadap seluruh wilayah kabupaten/kota, kecamatan, dan
wilayah administrasi pemerintah terendah setingkat desa. Adapun wilayah
administrasi setingkat desa yang dicakup di Podes meliputi desa, kelurahan,
nagari di Sumatera Barat, Unit Permukiman Transmigrasi (UPT), dan Satuan
Permukiman Transmigrasi (SPT) yang masih dibina oleh kementerian terkait. Hasil
pendataan Podes 2024 mencatat bahwa 84.276 wilayah administrasi pemerintah
setingkat desa terdiri dari 75.753 desa, 8.486 kelurahan, dan 37 UPT/SPT.
Selain itu diketahui pula jumlah kecamatan sebanyak 7.281 dan jumlah
kabupaten/kota sebanyak 514.Pendataan
Podes 2024 mengumpulkan beragam informasi, baik yang bersifat potensi yang
dimiliki desa/kelurahan maupun informasi terkait kerawanan atau tantangan yang
dihadapi desa/kelurahan serta infrastruktur dasar di desa/kelurahan. Informasi
terkait potensi desa/kelurahan meliputi : kependudukan dan ketenagakerjaan,
perumahan dan lingkungan, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, olahraga dan
hiburan, angkutan, komunikasi dan informasi, ekonomi, keamanan, pembangunan dan
pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan. Informasi terkait kerawanan atau
tantangan meliputi bencana alam, pencemaran lingkungan, permasalahan sosial dan
kesehatan di masyarakat, dan gangguan keamanan yang terjadi di desa/kelurahan.
Informasi infrastruktur di desa/kelurahan meliputi: infrastruktur pendidikan,
kesehatan, dan ekonomi.Hasil pendataan Podes 2024 Kota Bima menunjukkan sebagian besar
kelurahan di Kota Bima
masyarakatnya bekerja di bidang perdagangan
besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, yaitu 15 kelurahan. Selain itu, ada
13 kelurahan yang
sebagian besar masyarakatnya bekerja di bidang pertanian, kehutanan dan
perikanan, dan ada 10
kelurahan yang sebagian besar masyarakatnya bekerja di bidang administrasi
pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib. Masyarakat yang bekerja di bidang
pertanian di Kota Bima
didukung keberadaan sungai, saluran irigasi dan danau/waduk/situ/bendungan yang berada
di kelurahan. Dari 41
kelurahan di Kota Bima
ada 39 kelurahan yang
terdapat sungai, ada 29 kelurahan
yang terdapat saluran irigasi, dan ada 8 kelurahan yang terdapat danau/waduk/situ/bendungan.Pendataan
Podes 2024 Kota Bima menunjukkan
potensi ekonomi yang dimiliki kelurahan, terdapat 18 kelurahan yang memiliki produk barang
unggulan dan terdapat 1
kelurahan yang mengekspor produk unggulannya ke negara lain. Dalam
mendukung bergeraknya perekonomian tidak hanya ditunjang oleh sarana fisik,
namun dukungan fasilitas perkreditan dan fasilitas jaringan telekomunikasi
menjadi penting di masa kini agar geliat pertumbuhan ekonomi lebih cepat. Hasil
Podes 2024 menunjukkan terdapat 39
kelurahan memiliki Kredit Usaha Rakyat (KUR), ada 23 kelurahan memiliki Kredit Usaha
Bersama (KUBE), ada 9 kelurahan
memiliki Kredit Usaha Kecil (KUK). Fasilitas jaringan telekomunikasi yang
dicakup di Podes yaitu keberadaan Base Transceiver Station (BTS), sinyal
telepon seluler, dan sinyal internet telepon seluler/handphone. Seluruh kelurahan di Kota Bima terdapat
sinyal telepon selular, tetapi terdapat 4 kelurahan
yang kekuatan sinyalnya
lemah.Pendataan
Podes 2024 Kota Bima
mencatat terdapat 1 kelurahan
terjadi pencemaran air di wilayahnya dan juga terdapat 1 kelurahan
terjadi pencemaran udara di wilayahnya. Selain kejadian pencemaran, Podes 2024
menunjukkan kejadian bencana alam di wilayah kelurahan, dimana ada 18 kelurahan terjadi bencana
banjir di wilayahnya, ada 4 kelurahan
terjadi bencana gempa bumi di wilayahnya, dan ada 3 kelurahan terjadi bencana tanah
longsor di wilayahnya.Pendataan
Podes 2024 Kota Bima
juga menyajikan berbagai informasi terkait ketersediaan infrastruktur berbagai
bidang di Indonesia. Pada bidang pendidikan, di jenjang sekolah dasar diketahui
bahwa ada 85 SD Negeri
dan Swasta, dan ada 10
MI Negeri dan Swasta yang tersebar di kelurahan di Kota Bima. Pada jenjang sekolah menengah
pertama, ada 26 SMP
Negeri dan Swasta dan 11
MTs Negeri dan Swasta yang tersebar di kelurahan di Kota Bima. Pada jenjang sekolah
menengah atas ada 15
SMA Negeri dan Swasta, ada 7
MA Negeri dan Swasta, ada 11 SMK Negeri dan Swasta yang
tersebar di kelurahan di Kota
Bima. Pada jenjang akademi/perguruan tinggi ada 2 akademi/perguruan tinggi negeri dan
ada 12
akademi/perguruan tinggi swasta di Indonesia. Pada bidang kesehatan, Podes 2024
menunjukkan terdapat 5 rumah sakit di Kota Bima, dimana Kecamatan Raba adalah wilayah kecamatan yang memiliki rumah sakit terbanyak di Kota Bima yaitu 3 rumah
sakit. Selain rumah sakit, jumlah
fasilitas puskesmas Indonesia berdasarkan Podes 2024 Kota Bima sebanyak 1 puskesmas rawat inap dan 6 puskesmas tanpa rawat inap.
Pemerintah memprioritaskan
pembangunan Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa
dalam kerangka negara kesatuan. Hasil Pendataan Podes dapat digunakan sebagai
bahan analisis kewilayahan terkait potensi ekonomi, sosial dan sarana/prasarana
wilayah. Selain itu juga dapat digunakan dalam evaluasi program dan digunakan
dalam penyusunan kebijakan/strategi berbasis kewilayahan.