Profesional Integritas Amanah || Pelopor Data Statistik Terpercaya Untuk Semua
Sabtu, 18 April 2015
Berita Kota Bima
Kamis, 2 April 2015 | 10:17:16 WITA

Pada bulan Maret 2015 Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,22 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 119,74. Dari 82 kota, 54 kota mengalami inflasi dan 28 kota mengalami deflasi. Angka inflasi Kota Bima menempati posisi 65 rangking nasional. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari 0,84 persen, sedangkan inflasi terendah di Kota Padang dan Cilacap 0,01 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandang 1,97 persen, sedangkan deflasi terendah di Kota Medan, Padangsidimpuan, dan Tarakan 0,01 persen.

Selasa, 3 Maret 2015 | 08:32:37 WITA

 

Jumat, 20 Pebruari 2015 | 09:52:17 WITA

Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan Sensus Pertanian keenam yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Mengingat cakupan kegiatan yang dilakukan dalam ST2013 sangat luas, pengumpulan data dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah melaksanakan Pencacahan Lengkap Rumah Tangga Pertanian pada bulan Mei 2013. Tahap kedua adalah mengumpulkan informasi yang rinci tentang Pendapatan Rumah Tangga Usaha Pertanian pada bulan November 2013. Pada akhir Mei sampai dengan akhir Juli 2014 dilakukan pengumpulan data survei rumah tangga usaha untuk subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, dan kehutanan.

Rabu, 18 Pebruari 2015 | 08:18:25 WITA

STIS kembali memanggil pemuda/pemudi Indonesia yang memiliki motivasi tinggi untuk dididik menjadi ahli statistik.

Selasa, 3 Pebruari 2015 | 10:49:44 WITA

Senin, 5 Januari 2015 | 10:45:56 WITA

Selasa, 2 Desember 2014 | 07:52:01 WITA

Pada bulan November 2014 Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,34 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,00. Dari 82 kota, 82 kota mengalami inflasi dan tidak ada kota yang mengalami deflasi. Angka inflasi Kota Bima menempati posisi 79 rangking nasional. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Padang 3,44 persen, sedangkan inflasi terendah di Kota Manokwari 0,07 persen.

Jumat, 21 Nopember 2014 | 16:38:03 WITA

Kabar Gembira kembali hadir pada Triwulan ke-4 Tahun 2014. Statistik Daerah (Statda) di Lima Kecamatan di Kota Bima, yaitu: Statda Kecamatan Rasanae Barat, Statda Kecamatan Mpunda, Statda Kecamatan Raba, Statda Kecamatan Rasanae Timur, dan Statda Kecamatan Asakota, telah dapat dinikmati oleh para pembaca dan pengguna data BPS Kota Bima. Ingin tahu berbagai ringkasan yang diulas secara apik dan kontemporer mengenai geografi, iklim, penduduk , kegiatan ekonomi, sosial, pertanian, dan transportasi di kecamatan-kecamatan tersebut ? Langsung saja para pembaca dapat mengklik di sini.

Selasa, 4 Nopember 2014 | 14:08:56 WITA


Pada bulan Oktober 2014 Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,47 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 117,60. Dari 82 kota, 74 kota mengalami inflasi dan 8 kota mengalami deflasi. Angka inflasi Kota Bima menempati posisi 77 rangking nasional. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 2,18 persen, sedangkan inflasi terendah di Kota Mamuju 0,06 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong 1,08 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Tanjung Pandan 0,12 persen.

Deflasi di Kota Bima dipengaruhi oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 3,47 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,39 persen. Kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,55 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,45 persen, kelompok sandang sebesar 0,25 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,90 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,05 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Oktober 2014) sebesar 4,98 persen dan laju inflasi “year on year” (Oktober 2014 terhadap Oktober 2013) sebesar 5,96 persen.

Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah TARIP LISTRIK 0,1146 persen, KUE KERING BERMINYAK 0,1055 persen, BAHAN BAKAR RUMAH TANGGA 0,0797 persen, PISANG 0,0506 persen, KOMPOR 0,0334 persen, CABAI MERAH 0,0236 persen,  dan AYAM HIDUP 0,0233 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah SELAR/TUDE 0,2139 persen, TENGGIRI 0,1777 persen, DAGING AYAM RAS 0,1706 persen, TOMAT SAYUR 0,1619 persen, ANGKUTAN UDARA 0,0610 persen, TERI 0,0515 persen, BANDENG/BOLU 0,0445 persen, dan TERI 0,0045.

Sedangkan untuk tingkat nasional mengalami inflasi sebesar 0,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen  (IHK) sebesar 114,42. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober) 2014 sebesar 4,19 persen dan tingkat  inflasi tahun ke tahun (Oktober 2014 terhadap Oktober 2013) sebesar 4,83 persen.

Rabu, 1 Oktober 2014 | 15:16:22 WITA

Pada bulan September 2014 Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,49 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,15. Dari 82 kota, 64 kota mengalami inflasi dan 18 kota mengalami deflasi. Angka inflasi Kota Bima menempati posisi 21 rangking nasional. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang 1,29 persen, sedangkan inflasi terendah di Kota Gorontalo 0,03 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 0,89 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Kudus dan Manado 0,03 persen.
Inflasi di Kota Bima dipengaruhi oleh kenaikan pada kelompok bahan makanan sebesar 0,97 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,30 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,05 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 1,74 persen. Kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah dan kelompok sandang sebesar 0,04 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,89 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-September 2014) sebesar 5,47 persen dan laju inflasi “year on year” (September 2014 terhadap September 2013) sebesar 6,08 persen.
Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah TOMAT SAYUR 0,2494 persen, BAHAN BAKAR RUMAH TANGGA 0,1503 persen, CUMI-CUMI 0,0905 persen, AKADEMI/PERGURUAN TINGGI 0,0861 persen, SELAR/TUDE 0,0748 persen, DAGING AYAM RAS 0,0677 persen, dan ASAM 0,0456 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah ANGKUTAN UDARA 0,1416 persen, JERUK 0,1064 persen, KAKAP MERAH 0,0597 persen, TENGGIRI 0,0595 persen, TONGKOL/AMBU-AMBU 0,0574 persen, dan BAWANG MERAH 0,0524 persen.
Sedangkan untuk tingkat nasional mengalami inflasi sebesar 0,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,89. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–September) 2014 sebesar 3,71 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2014 terhadap September 2013) sebesar 4,53 persen.


1 2 3 4 5 next >