Profesional Integritas Amanah || Pelopor Data Statistik Terpercaya Untuk Semua
Minggu, 26 Oktober 2014
Berita Kota Bima
Rabu, 1 Oktober 2014 | 15:16:22 WITA

Pada bulan September 2014 Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,49 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,15. Dari 82 kota, 64 kota mengalami inflasi dan 18 kota mengalami deflasi. Angka inflasi Kota Bima menempati posisi 21 rangking nasional. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang 1,29 persen, sedangkan inflasi terendah di Kota Gorontalo 0,03 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 0,89 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Kudus dan Manado 0,03 persen.
Inflasi di Kota Bima dipengaruhi oleh kenaikan pada kelompok bahan makanan sebesar 0,97 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,30 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,05 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 1,74 persen. Kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah dan kelompok sandang sebesar 0,04 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,89 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-September 2014) sebesar 5,47 persen dan laju inflasi “year on year” (September 2014 terhadap September 2013) sebesar 6,08 persen.
Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah TOMAT SAYUR 0,2494 persen, BAHAN BAKAR RUMAH TANGGA 0,1503 persen, CUMI-CUMI 0,0905 persen, AKADEMI/PERGURUAN TINGGI 0,0861 persen, SELAR/TUDE 0,0748 persen, DAGING AYAM RAS 0,0677 persen, dan ASAM 0,0456 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah ANGKUTAN UDARA 0,1416 persen, JERUK 0,1064 persen, KAKAP MERAH 0,0597 persen, TENGGIRI 0,0595 persen, TONGKOL/AMBU-AMBU 0,0574 persen, dan BAWANG MERAH 0,0524 persen.
Sedangkan untuk tingkat nasional mengalami inflasi sebesar 0,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,89. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–September) 2014 sebesar 3,71 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2014 terhadap September 2013) sebesar 4,53 persen.

Jumat, 19 September 2014 | 10:45:58 WITA

Tanggal 26 September selalu diperingati sebagai Hari Statistik Nasional. Hari Statistik selalu diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya data-data statistik. Badan Pusat Statistik sebagai penyelenggara kegiatan statistik selalu memperingati hari tersebut dengan berbagai kegiatan, salah satunya dengan upacara bendera. Tema peringatan Hari Statistik Nasional Tahun 2014 adalah "Dengan Semangat Hari Statistik Nasional Kita Tumbuhkembangkan Peran Serta Masyarakat dalam Pembangunan Statistik".

Selasa, 2 September 2014 | 09:51:04 WITA

Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan pendapatan masyarakat, maka perlu disajikan statistik Pendapatan Regional secara berkala, sebagai bahan perencanaan pembangunan regional khususnya di bidang ekonomi. Publikasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator makro ekonomi yang dapat menunjukkan kondisi perekonomian ditingkat regional sehingga tujuan penyusunan publikasi PDRB kota Bima Tahun 2013 ini anatara lain dimaksudkan untuk mengetahui :

Senin, 1 September 2014 | 16:06:40 WITA

Pada bulan Agustus 2014 Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,42 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 117,57. Dari 82 kota, 66 kota mengalami inflasi dan 16 kota mengalami deflasi. Angka inflasi Kota Bima menempati posisi 41 rangking nasional. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan 1,98 persen, sedangkan inflasi terendah di Kota Banjarmasin 0,02 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Ternate 1,02 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Samarinda 0,01 persen.

Inflasi di Kota Bima dipengaruhi oleh kenaikan pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,11 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,91 persen,  kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,12 persen,  dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,36 persen. Kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,06 persen dan kelompok sandang sebesar 0,24 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Agustus 2014) sebesar 4,95 persen dan laju inflasi “year on year” (Agustus 2014 terhadap Agustus 2013) sebesar 3,76 persen.

Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah TENGGIRI 0,2305 persen, ANGKUTAN UDARA 0,2180 persen, TARIP LISTRIK 0,1038 persen, BAHAN BAKAR RUMAH TANGGA 0,0637 persen, KEMBUNG/GEMBUNG/BANYAR/GEMBOLO/ASO-ASO 0,0451 persen, DAGING AYAM RAS 0,0346 persen,  dan TERI 0,0229 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah TOMAT SAYUR 0,1376 persen, BAWANG MERAH 0,0679 persen, SELAR/TUDE 0,0469 persen, KAKAP MERAH 0,0394 persen, CUMI-CUMI 0,0344 persen, dan KOL PUTIH/KUBIS 0,0235 persen.

Sabtu, 16 Agustus 2014 | 05:07:03 WITA

Kota Bima Dalam Angka 2014 adalah publikasi yang memuat kumpulan data dan informasi terbaru yang praktis dan komprehensif. Berbagai jenis data yang disajikan didalamnya antara lain mengenai keadaan geografi, demografi, keadaan sosial ekonomi penduduk dan gambaran sosial ekonomi Kota Bima secara umum.

Data dan informasi dimaksud merupakan data sekunder yang bersumber dari dinas instansi, maupun lembaga swasta lingkup pemerintah kota Bima, serta data primer yang merupakan hasil sensus dan survei yang dilakukan BPS Kota Bima.

Data dan informasi yang disajikan selain dalam bentuk tabel, juga ditampilkan dalam bentuk grafik. Hal ini dimaksudkan untuk memberi kemudahan bagi konsumen data dalam membaca informasi yang tersedia.

Untuk melihat lebih lengkapnya seperti apa publikasi Kota Bima Dalam Angka 2014, anda bisa membacanya secara online di link berikut ini

Kamis, 14 Agustus 2014 | 14:45:02 WITA

Pada bulan Juli 2014 Kota Bima mengalami inflasi sebesar 1,72 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 117,08. Dari 82 kota, 82 kota mengalami inflasi dan tidak ada kota yang mengalami deflasi. Angka inflasi Kota Bima menempati posisi 13 rangking nasional. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bengkulu 2,92 persen, sedangkan inflasi terendah di Kota Maumere 0,13 persen.

Rabu, 2 Juli 2014 | 14:09:21 WITA

Pada bulan Juni 2014 Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,31 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,10. Dari 82 kota, 76 kota mengalami inflasi dan 6 kota lainnya mengalami deflasi. Angka inflasi Kota Bima menempati posisi 60 rangking nasional. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Ternate 1,29 persen, sedangkan inflasi terendah di Kota Tual 0,06 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Maumere 0,72 persen, sedangkan deflasi terendah di Kota Pematang Siantar 0,09 persen.

Jumat, 4 April 2014 | 18:07:59 WITA

Sedangkan untuk tingkat nasional mengalami inflasi sebesar 0,08persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 111,37. Laju inflasi tahun kalender 1,41 persen, dan year on year sebesar 7,32 persen.


1 2 3 4 next >