» Home
Kamis, 2 Oktober 2014
Indikator Statistik
Inflasi
September 2014
0,49 %
Luas Wilayah
Tahun 2013
222,25 km²
Penduduk
Tahun 2013
148.645 Jiwa
Sex Ratio
Tahun 2013
96,28 %
Kepadatan Penduduk
Tahun 2013
669 Jiwa/km²
Rumahtangga
Tahun 2013
37.187 Ruta
Laju Pertumbuhan Ekonomi
Tahun 2013
5,46 %
IPM
Tahun 2013
70,73
Tingkat Pengangguran Terbuka
Tahun 2013
9,21 %
Berita Resmi Statistik
Berita Terkini
Rabu, 1 Oktober 2014 | 15:16:22 WITA

Pada bulan September 2014 Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,49 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,15. Dari 82 kota, 64 kota mengalami inflasi dan 18 kota mengalami deflasi. Angka inflasi Kota Bima menempati posisi 21 rangking nasional. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang 1,29 persen, sedangkan inflasi terendah di Kota Gorontalo 0,03 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 0,89 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Kudus dan Manado 0,03 persen.
Inflasi di Kota Bima dipengaruhi oleh kenaikan pada kelompok bahan makanan sebesar 0,97 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,30 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,05 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 1,74 persen. Kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah dan kelompok sandang sebesar 0,04 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,89 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-September 2014) sebesar 5,47 persen dan laju inflasi “year on year” (September 2014 terhadap September 2013) sebesar 6,08 persen.
Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah TOMAT SAYUR 0,2494 persen, BAHAN BAKAR RUMAH TANGGA 0,1503 persen, CUMI-CUMI 0,0905 persen, AKADEMI/PERGURUAN TINGGI 0,0861 persen, SELAR/TUDE 0,0748 persen, DAGING AYAM RAS 0,0677 persen, dan ASAM 0,0456 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah ANGKUTAN UDARA 0,1416 persen, JERUK 0,1064 persen, KAKAP MERAH 0,0597 persen, TENGGIRI 0,0595 persen, TONGKOL/AMBU-AMBU 0,0574 persen, dan BAWANG MERAH 0,0524 persen.
Sedangkan untuk tingkat nasional mengalami inflasi sebesar 0,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,89. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–September) 2014 sebesar 3,71 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2014 terhadap September 2013) sebesar 4,53 persen.

Jumat, 19 September 2014 | 10:45:58 WITA

Tanggal 26 September selalu diperingati sebagai Hari Statistik Nasional. Hari Statistik selalu diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya data-data statistik. Badan Pusat Statistik sebagai penyelenggara kegiatan statistik selalu memperingati hari tersebut dengan berbagai kegiatan, salah satunya dengan upacara bendera. Tema peringatan Hari Statistik Nasional Tahun 2014 adalah "Dengan Semangat Hari Statistik Nasional Kita Tumbuhkembangkan Peran Serta Masyarakat dalam Pembangunan Statistik".

Selasa, 2 September 2014 | 09:51:04 WITA

Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan pendapatan masyarakat, maka perlu disajikan statistik Pendapatan Regional secara berkala, sebagai bahan perencanaan pembangunan regional khususnya di bidang ekonomi. Publikasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator makro ekonomi yang dapat menunjukkan kondisi perekonomian ditingkat regional sehingga tujuan penyusunan publikasi PDRB kota Bima Tahun 2013 ini anatara lain...


Kegiatan BPS Kota Bima
Tahukah Anda
  • Sungai terpanjang dan terlebar di Kota Bima adalah Sungai Lampe di Kecamatan Rasanae Timur dengan panjang sungai 25 km dan lebar 30 m.
  • Kota Bima merupakan salah satu dari 82 Kota di Indonesia yang melakukan penghitungan inflasi
  • Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bima sebesar 69,83 pada tahun 2012, dan menduduki urutan kedua di NTB, setelah Kota Mataram
  • Jenis ikan laut yang banyak dihasilkan di Kota Bima adalah Ikan Tongkol.
  • NTB dikenal sebagai Bumi Gora (Gogo-Rancah) dan merupakan salah satu daerah pemasok stok pangan Nasional
  • Reduksi Shortfall merupakan cerminan upaya peningkatan pembangunan manusia suatu daerah.
  • Program Pendidikan Wajar 9 Tahun Baru Tercapai Di Kota Bima Dan Kota Mataram
  • Sekitar 16,67 persen penduduk di Kota Bima tidak tamat SD
  • Dengan struktur penduduk yang relatif terbilang usia muda, pemerintah perlu memikirkan pembangunan kualitas manusianya.
  • Terdapat Sekitar 2,75 Persen PNS pada Dinas-Dinas Daerah Kota Bima Berpendidikan S2/S3
Statistik Pengunjung
Total : 4.007
Bulan Lalu : 1.333
Bulan ini : 137
Minggu ini : 344
Kemarin : 93
Hari ini : 44
Online : 0
IP Anda : 23.22.217.122
Browser : Lainnya
OS : Tidak Tahu
Sejak 7 Maret 2014